Berkat dan kutuk

Senin, 27 Mei 2013 0 komentar

Berkat dan Kutuk
19 Mei 2013

“Sejak waktu itulah Yesus memberitakan: "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Matius 4:17). Inti dari pemberitaan Yesus adalah pertobatan, yaitu keluar dari hidup yang biasa-biasa saja.  Kalau kita memberitakan kepada orang lain, yang paling susah adalah orang itu keluar dari pemikiran yang menganggap bahwa dia sudah benar. Dia bisa berkata percaya Yesus, tapi sebenarnya bingung. Yesus yang mana yang dia percayai karena di dalam firman Tuhan ada Yesus lain, Injil lain, dan roh yang lain.
Di dalam kekristenan ada janji luar biasa yang Tuhan sediakan.  Mari kita lihat dalam kitab Ulangan 11:26. Ada dua hal yang berasal dari Tuhan yaitu berkat dan kutuk. Namun banyak orang hanya menginginkan berkat.  Mereka juga beranggapan kalau datang ke gereja pasti mendapat berkat. Padahal kalau percaya kepada Tuhan, kita semua harus juga percaya bahwa Tuhan memberikan berkat dan kutuk.  
“berkat, apabila kamu mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini”  (Ulangan 11:27). Tuhan berkata hal ini ketika bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Dan apakah berkat itu masih berlaku sampai sekarang? Ya pasti.  Apalagi kita sekarang di dalam Kristus, kita pasti lebih mudah melakukan perintah-Nya dan mendapat berkat. Memang bukan kita lagi yang melakukannya, tetapi Kristus yang hidup dalam kita. Namun dimulai kita harus menyetujui perintah Tuhan, melangkah, dan melakukannya.
Berkat yaitu apabila kita mendengar Tuhan dan melakukan perintah-Nya. Jika kita tidak mendengar dan menyimpang maka kutuk yang kita dapat. Mengapa bisa menyimpang? Karena ada tuhan lain dan tuhan itu juga berbicara kepada kita. Seperti Hawa yang jatuh ke dalam dosa karena ada Iblis yang berbicara padanya. Kita menyimpang pasti karena ada yang memberitahu, begitu juga dengan Hawa. Misalnya kita membenci orang karena ada yang berbicara kalau orang itu begini-begitu. Di dunia ini, orang memang butuh peneguhan, baik itu berkat maupun kutuk. Roh Kudus bisa memakai brother-sister untuk bicara kepada kita dan Iblis juga bisa memakai mereka untuk menyimpang dari Tuhan. Lihat siapa yang ada di belakang mereka: Roh Kudus atau Iblis.
Kita bisa mendapat kutuk kalau kita tidak mendengar Tuhan dan menyimpang dari-Nya (Ulangan 11:28). Itu berarti kita tidak percaya kepada Tuhan lagi seperti Hawa ketika jatuh ke dalam dosa. Hawa lebih mendengar perkataan Iblis daripada Tuhan.  Oleh karena itu, orang bisa percaya agama ini-itu karena ada yang berbicara kepada mereka. Suatu anugerah kita menerima Injil karena ada orang yang memberitakan kepada kita.
Kata pilihlah berkat atau kutuk berarti memang ada pilihan.  Namun kalau sudah melakukan perintah Tuhan dan di dalam Tuhan maka itu tidak bisa memilih lagi. Begitu juga sebaliknya apabila sudah di dalam kutuk.
Apabila kita percaya maka kita beroleh hidup, tetapi
jika kita tidak taat maka murka Tuhan ada atas kita (Roma 1:5, Yohanes 3:36). Apa itu murka Tuhan?  Kutuk.  Tuhanlah yang memberi kutuk. Di dalam Ulangan pasal 28, ayat-ayat kutuk lebih panjang daripada berkat. Mengapa? Karena manusia lebih menyukai kutuk. Banyak orang Kristen kalau mendapat uang pasti berkata “ini berkat dari Tuhan” (Ulangan 28:1-2). Lalu agama lain kalau dapat uang juga, mereka dapat dari siapa? Dari tuhan mereka.  Berkat tidak hanya uang saja, mobil atau rumah mewah. Bicara bahagia itu berasal dari hati dan pikiran kita.
Kemudian Tuhan berbicara tentang kutuk dalam Ulangan 28:15-16. Namun banyak orang Kristen tidak tahu kalau Tuhan juga memberi kutuk. Mereka hanya berkata “semua ini berkat dari Tuhan”. Maka dari itu, banyak gereja penuh karena mereka berpikir bahwa gereja memberi berkat. Padahal Tuhan memberi berkat dan kutuk. Apabila kita di dalam kutuk, kita pasti mencari berkat. Lalu apabila kita sudah di dalam berkat, apa yang kita cari? Perintah Tuhan. Karena jika kita di dalam kutuk maka kita tidak bisa melakukan perintah Tuhan. Yesus sudah memberi contoh untuk mendengar dan melakukan.  Kebahagiaan kita memang hanya di dalam Tuhan. Kekayaan atau apapun yang dari dunia tidak akan menjamin kebahagiaan kita.
“Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat…”  (Galatia 2:16-21). Hukum Taurat ada dulu baru ada kasih karunia. Tanpa hukum Taurat orang tidak akan mengerti kasih karunia. Namun orang tidak bisa hidup terus-menerus di dalam hukum Taurat karena hukum Taurat tidak bisa menolong manusia. Ketika Paulus berkata tentang hukum Taurat, banyak orang Farisi dan ahli Taurat sakit hati karena mereka sangat memegang hukum Taurat. Namun sekarang jika kita membaca hukum Taurat, kita merasa lebih mudah karena sudah ada Yesus. Jika tanpa Yesus, yang ada kita hanya melanggar hukum Taurat itu. Mengapa bisa melanggar? Karena belum bertobat dan dilahirkan kembali. Kita bisa memiliki cara pandang yang berbeda karena sudah bertobat dan dilahirkan kembali.
Cara-cara hidup yang lama memang harus mati supaya kita bisa hidup oleh Kristus. Ini yang kita beritakan yaitu hidup kita dengan Kristus. Kita bisa menjelaskan kepada orang lain karena kita menghidupinya. Orang bisa merasakan kalau kita punya hidup itu. Bukan hebat kotbah kita, tetapi hidup yang kita miliki.  Kita tahu hal itu bukan karena kita lagi, tetapi karena ada Penolong dalam hati kita yang bisa membangkitkan kita. Jangan sampai Iblis yang masuk ke dalam hati kita seperti Yudas Iskariot, yang pada akhirnya mati bunuh diri. Mari kuat dalam kasih karunia Tuhan karena ada yang harus kita pilih yaitu berkat atau kutuk.
Darwin Egan Lontoh
       

0 komentar:

Poskan Komentar

 

©Copyright 2011 Penginjilan | TNB